Bisakah Kita Melihat Galaksi Bimasakti dengan Mata Telanjang?

8/01/2023
Beranda
Fenomena
Galaksi
Bisakah Kita Melihat Galaksi Bimasakti dengan Mata Telanjang?
Bisakah Kita Melihat Galaksi Bimasakti dengan Mata Telanjang?
Bentangan galaksi Bimasakti di langit Tanjungpandan, Belitung. Kredit: Martin Marthadinata

Sudahkah kamu pernah merasakan keindahan bentangan galaksi Bimasakti yang menakjubkan di langit malam dari halaman rumahmu? Mungkin sebagian besar akan menjawab belum pernah. Tapi, tahukah kamu bahwa sebenarnya bisa melihat galaksi Bimasakti dengan mata telanjang saja? Iya, betul! Galaksi Bimasakti adalah objek yang paling menarik untuk diamati dengan mata telanjang di langit malam.

Penulis pernah mengalami momen indah tersebut ketika sedang berkunjung ke Tanjungpandan, Belitung. Di sana, minim polusi cahaya sehingga langit malamnya terlihat lebih indah daripada kota kelahiran saya di Jakarta.

Namun, perlu diingat bahwa bentangan galaksi Bimasakti yang terlihat dengan mata telanjang tidak seterang hasil jepretan para astrofotografer di internet. Biasanya, yang terlihat hanya jalur debu dan gas bercahaya redup menyerupai susu yang melengkung dari timur laut ke barat daya. Untuk melihatnya, Anda perlu pergi ke daerah yang jauh dari cahaya kota, seperti di pedesaan atau pegunungan. Semakin minim cahaya, semakin besar kesempatan Anda untuk menemukan keindahan galaksi Bimasakti.

Jika Anda sudah menemukan area yang tepat, selanjutnya Anda hanya perlu menunggu malam tiba dan mencari lokasi Bimasakti di langit dengan bantuan aplikasi peta langit. Setelah itu, luangkan waktu untuk adaptasi mata dengan langit gelap selama minimal 30 menit.

Galaksi Bimasakti adalah rumah kita. Maka, ke arah manapun kita menatap langit malam, kita melihat bagian dari galaksi ini. Bentangan galaksi yang terlihat di langit adalah salah satu bagian lengan spiralnya yang disebut Lengan Orion.

Seiring perkembangan teknologi, banyak foto indah galaksi Bimasakti beredar di internet. Ternyata, foto-foto tersebut adalah asli! Para astrofotografer menggunakan teknik eksposur panjang untuk mengumpulkan cahaya redup Bimasakti sehingga bisa tampak begitu indah dalam jepretan mereka.

Anda juga bisa mencoba memotret galaksi Bimasakti jika memiliki kamera DSLR. Gunakan lensa lebar dengan kecepatan tinggi dan aperture maksimum f/2,8 yang sangat dianjurkan. Setel pengaturan kamera Anda ke manual untuk fokus dan jangan atur ke otomatis. Pastikan untuk mengatur kecepatan atau shutter speed kamera antara 13 hingga 20 detik, atau Anda bisa menggunakan rumus aturan 500 untuk menyesuaikan dengan panjang lensa yang digunakan.

Untuk pengamatan yang optimal, sebaiknya berburu bentangan galaksi Bimasakti saat musim kemarau, mulai dari akhir Maret hingga Oktober. Pengamatan disarankan pada jam-jam setelah tengah malam, ketika langit sudah benar-benar gelap tanpa cahaya senja atau cahaya fajar yang mengganggu. Ajaklah teman-teman Anda untuk lebih seru dan meriah dalam berburu galaksi Bimasakti di malam yang dingin.

Sebelum memilih destinasi, periksalah peta polusi cahaya di youcanseethemilkyway.com/light-pollution/. Peta tersebut akan membantu Anda menemukan lokasi terbaik untuk mengamati galaksi Bimasakti dari luar angkasa.

Selamat menjelajahi keindahan langit malam dan selamat observasi!