Planet Paling Ekstrem Dari Terpanas Hingga Terdingin

8/13/2023
Beranda
Planet
Teknologi
Planet Paling Ekstrem Dari Terpanas Hingga Terdingin
Ada beberapa planet ekstrem yang telah ditemukan oleh para astronom, dan posisi serta karakteristik planet-planet ini cukup aneh dalam tata surya yang berbeda. Ada planet dengan ukuran besar, dan ada pula planet yang berada sangat jauh hingga melewati jarak antara Pluto dan Matahari.

Di antara planet-planet ekstrem tersebut, terdapat beberapa yang menarik perhatian namun tidak cocok untuk dihuni oleh manusia.

Planet Gliese 581c  - SpaceNesia
Planet Gliese 581c

Salah satu contoh adalah Planet Gliese 581c. Meskipun teorinya tepat dan jaraknya cukup sesuai, ukuran bintangnya tidak terlalu besar. Namun, planet ini memiliki putaran yang terkunci, menyebabkan salah satu sisi selalu terkena sinar matahari sehingga terus berada dalam siang hari, sementara sisi lainnya selalu mengalami malam. Dampaknya, suhu di permukaan planet ini sangat ekstrem, dengan bagian yang terkena sinar matahari menjadi sangat panas, sementara bagian gelapnya sangat dingin. Jika ada tumbuhan yang berada di sana dan terus terkena radiasi inframerah, kemungkinan tumbuhan tersebut akan menghitam.

Planet Gliese 436b - SpaceNesia
Planet Gliese 436b

Planet Gliese 436b juga termasuk dalam kategori planet ekstrem. Ukurannya 20 kali lebih besar daripada Bumi dan berjarak hanya 4,3 juta mil dari bintang induknya. Bandingkan dengan jarak Bumi ke Matahari yang mencapai 93 juta mil. Hal ini menyebabkan planet ini memiliki suhu yang sangat tinggi.

Planet TrES-2b - SpaceNesia
Planet TrES-2b

Lalu ada juga Planet TrES-2b, yang memiliki ukuran yang sangat besar dan mengorbit bintang seukuran matahari kita. Meskipun berjarak 750 tahun cahaya dari Bumi, planet ini memiliki cahaya matahari yang terkunci dan hanya memantulkan 5% dari cahaya yang masuk. Akibatnya, permukaan planet ini tampak sangat gelap. Selain itu, atmosfer di planet ini diduga terdiri dari bahan senyawa, bukan seperti atmosfer Bumi. 

Planet HD 106906b - SpaceNesia
Planet HD 106906b

Planet HD 106906b mirip dengan planet yatim. Berjarak 90 miliar km dari bintangnya, setara dengan 20 kali jarak antara Neptunus dan Matahari. Planet ini disebut sebagai "Super Jupiter" karena ukurannya 11 kali lebih besar dari Jupiter. Pengamatan bintang di dekatnya dimulai pada tahun 2005, dan tim teleskop Magellan Chile menemukan planet ini pada tahun 2013.

Planet HD209458b - SpaceNESIA
Planet HD209458b

Sementara Planet HD209458b, ditemukan sangat dekat, hanya berjarak 150 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini merupakan planet pertama yang ditemukan ketika transit oleh para astronom. Ukurannya 30% lebih besar dari Jupiter dan suhunya sangat tinggi, dengan gas di atmosfer planet tersebut tertiup oleh sinar matahari.

Planet HAT-P-1 - Spacenesia
Planet HAT-P-1

Planet HAT-P-1 menarik perhatian karena keanehannya. Berjarak 450 tahun cahaya dari Bumi, planet ini memiliki ukuran setengah dari Jupiter. Namun, planet ini tergolong ringan meskipun berukuran besar, sehingga jika ada air yang besar, planet ini bisa mengapung. Hal ini disebabkan oleh inti planet yang memiliki sedikit batuan namun mengandung gas yang sangat banyak. 

Planet J1407 B - SpaceNesia
Planet J1407 B

Planet J1407 B memiliki cincin sangat luas dan besar, mencapai 200 kali ukuran cincin planet Saturnus. Berada 400 tahun cahaya dari Bumi, jika Bumi memiliki cincin serupa, maka cincin itu akan terlihat sepanjang hari.

Planet Kelt-9b - SpaceNesia
Planet Kelt-9b
Lalu ada Planet Kelt-9b, yang menjadi planet terpanas dengan suhu mencapai 3.777 derajat Celsius di siang hari dan 4.327 derajat Celsius di sisi gelapnya. Planet ini berada pada jarak 620 tahun cahaya dari Bumi. Hal ini disebabkan karena posisi planet yang terlalu dekat dengan bintang induknya, dan bintang tersebut merupakan salah satu dari hanya enam bintang tipe A yang tercatat. Planet Kelt-9b menjadi planet gas terpanas yang diketahui.

Planet 2MASS J08230313-4912012 b - SpaceNesia
Planet 2MASS J08230313-4912012 b

Terakhir, Planet 2MASS J08230313-4912012 b termasuk dalam kategori planet terbesar dengan ukuran 28,5 kali lebih besar daripada Jupiter. Planet ini unik karena dapat menjadi begitu besar meskipun bintang induknya lebih kecil atau setingkat dengan bintang kerdil coklat. Namun, para peneliti belum mengetahui dengan pasti mengapa planet ini menjadi begitu besar. Planet ini ditemukan pada Agustus 2013 oleh teleskop ESO dari La Silla Paranal Observatory, Chile, berada pada jarak 67,7 tahun cahaya dari Bumi.

Planet OGLE-2005-BLG-390Lb - SpaceNesia
Planet OGLE-2005-BLG-390Lb

Sementara Planet OGLE-2005-BLG-390Lb adalah salah satu planet terdingin seukuran Bumi. Planet ini berada pada jarak 20 ribu tahun cahaya dari Bumi dan masuk dalam kategori dunia es. Ukuran bintang induknya hanya 1/5 dari Matahari, sehingga tidak cukup memberikan panas ke planet ini. Suhu di permukaan planet OGLE-2005-BLG-390Lb mencapai -200 derajat Celsius, menyebabkan semua permukaan planet ini terdiri dari es, dengan batuan berada di bagian bawah. Mirip seperti Planet Pluto, namun planet ini lebih besar seperti Bumi. Planet ini ditemukan menggunakan teknik pembesaran alami atau microlensing oleh tim dari OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment) yang dipimpin oleh Udalski dari pusat observasi universitas Warsawa, Polandia, dan penemuan ini dilakukan pada 11 Juli 2015 dengan bantuan beberapa pusat observasi lain, termasuk teleskop ESO.

Semua planet ekstrem ini menawarkan misteri dan keunikan tersendiri, menjadikan penelitian astronomi semakin menarik dan menantang.