Kenapa Orbit Planet Tata Surya Berbentuk Datar?

8/19/2023
Beranda
Planet
Serba Serbi
Kenapa Orbit Planet Tata Surya Berbentuk Datar?
Kenapa Orbit Planet Tata Surya Berbentuk Datar?
Hanya ilustrasi, jarak dan skala diabaikan. Kredit: Wikimedia Commons 

Mengapa Benda-Benda Semesta Berbentuk Bulat? 

Fisika di Balik Fenomena Alam Semesta

Ketika kita menatap langit malam yang gelap, kita sering kali melihat galaksi-galaksi berkilauan, cincin planet yang mempesona, dan planet-planet yang tampak begitu sempurna mengorbit dalam bidang datar. Semua ini mungkin tampak ajaib bagi yang tidak memahami fisika di baliknya. Tetapi sebenarnya, ada alasan ilmiah yang menjelaskan mengapa fenomena ini terjadi.

Momentum Sudut dan Bentuk Garis Edar

Benda-benda di alam semesta, seperti bintang-bintang dalam sebuah galaksi atau planet-planet dalam Tata Surya kita, tidak bergerak sembarangan di ruang angkasa dengan lintasan acak. Mereka mengikuti pola tertentu yang cenderung datar. Namun, tidak semuanya benar-benar datar.

Misalnya, kita bisa melihat planet kerdil Pluto dengan orbitnya yang condong sekitar 17 derajat terhadap bidang Tata Surya. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua benda mengorbit pada bidang yang sama. Bahkan dalam sebuah galaksi, ada tonjolan pusat besar yang mengganggu kesan datar.

Momentum Sudut dan Tata Surya

Sekarang, mari kita berbicara tentang konsep momentum sudut. Dalam dunia fisika, momentum sudut mengukur seberapa besar benda bergerak mengelilingi suatu titik pusat. Momentum ini bisa mengubah bentuk lintasan benda. Sebagian besar momentum sudut Tata Surya berpusat pada planet-planet (90%), meskipun Matahari, yang memiliki 99% massa Tata Surya, seharusnya menjadi pusat momentum. Planet-planet utama juga memiliki orbit hampir tanpa eksentrisitas, dengan pengecualian Merkurius.

Momentum Sudut dan Eksperimen Giroskop

Mari kita simulasikan dengan contoh sederhana: giroskop. Jika Anda pernah melihat giroskop, Anda akan tahu bahwa jika Anda menarik tali yang terikat pada giroskop, itu akan mulai berputar dengan cepat. Bagian tengah giroskop akan datar, hal ini terjadi karena momentum sudut yang diciptakan oleh gaya yang diberikan pada tali.

Namun, penting untuk dicatat bahwa momentum sudut tidak berlaku untuk planet atau bintang. Oleh karena itu, tidak ada planet atau bintang yang berbentuk datar, mereka cenderung berbentuk bulat karena gravitasi.

Gravitasi dan Bentuk Bulat

Salah satu efek dari massa adalah daya tarik gravitasi yang dimilikinya terhadap massa lainnya. Pada skala kecil, gaya gravitasi mungkin terasa lemah, seperti pada komputer atau mobil. Tetapi ketika massa yang cukup besar terlibat, daya tarik gravitasi akan menjadi kuat. Massa semua benda saling tarik menarik satu sama lain, menciptakan bentuk yang paling efisien: bola.

Ketika sebuah benda memiliki massa yang cukup besar sehingga gravitasinya mampu menariknya ke dalam bentuk bola yang bulat, benda tersebut berada dalam apa yang disebut kesetimbangan hidrostatik. Inilah mengapa planet-planet dan bintang memiliki bentuk bulat yang khas.

Jadi, ketika kita merenungkan keajaiban alam semesta, ada ilmu pengetahuan yang menjelaskan mengapa benda-benda semesta cenderung berbentuk bulat atau mengorbit dalam bidang yang hampir datar. Faktor-faktor seperti momentum sudut dan gravitasi memainkan peran penting dalam membentuk fenomena ini. Meskipun banyak yang tampak ajaib, semuanya dapat dijelaskan melalui konsep fisika yang mendasar.