Inilah Syarat Agar Bintang Bisa Menjadi Lubang Hitam

8/18/2023
Beranda
Bintang
Black Hole
Inilah Syarat Agar Bintang Bisa Menjadi Lubang Hitam
Inilah Syarat Agar Bintang Bisa Menjadi Lubang Hitam
Siklus kehidupan bintang. Kredit: Futurism

Seperti manusia, bintang juga melalui tahap kelahiran, pertumbuhan, dan akhirnya kematian. Namun, tidak semua bintang yang mati akan berakhir sebagai lubang hitam. Apakah Anda tahu bahwa ada kondisi tertentu yang harus dipenuhi agar suatu bintang bisa menjadi lubang hitam?

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita pahami dulu apa itu evolusi bintang. Secara sederhana, evolusi bintang merujuk pada serangkaian perubahan yang dialami oleh bintang selama rentang hidupnya, di mana ia memancarkan cahaya dan panas. Durasi masa ini bervariasi tergantung pada ukuran bintang, mulai dari ratusan ribu tahun bagi bintang supermasif hingga ratusan miliar tahun bagi bintang katai coklat.

Baca Juga : Inilah Alasan Kenapa Gravitasi Lubang Hitam Begitu Kuat

Mempelajari evolusi bintang tidaklah dilakukan dengan mengamatinya dari saat lahir hingga akhir hayatnya, mengingat umur manusia yang terlalu pendek untuk tugas sebanyak itu. Sebagai gantinya, evolusi bintang dipelajari melalui analisis hasil pengamatan ribuan bintang dengan usia yang beragam.

Tugas para astronom adalah mengklasifikasikan dan mengurutkan bintang-bintang tersebut berdasarkan karakteristik fisik mereka, sehingga bintang-bintang yang muda dan yang lebih tua dapat diidentifikasi. Setelah itu, model-model diterapkan untuk memperkirakan struktur internal bintang dalam berbagai tahap usia. Dalam perkembangan teknologi komputasi saat ini, evolusi bintang dapat disimulasikan melalui model-model komputer.

Evolusi bintang dimulai dengan keruntuhan gravitasi pada awan molekul raksasa. Diperkirakan bahwa awan molekul raksasa ini memiliki diameter sekitar 100 tahun cahaya (setara dengan 9,5 × 10^14 km) dan mengandung massa hingga 6.000.000 kali lipat massa matahari (sekitar 1,2 × 10^37 kg).

Baca Juga : Fakta Menarik Tentang Lubang Hitam

Saat terjadi keruntuhan, awan molekul raksasa yang sebelumnya ada akan pecah menjadi fragmen-fragmen kecil. Dalam setiap fragmen ini, gas yang runtuh akan melepaskan energi potensial yang mengakibatkan peningkatan suhu. Saat suhu dan tekanan meningkat, fragmen-fragmen kecil ini akan bergabung menjadi sebuah bola gas superpanas yang berputar, dan disebut sebagai protobintang.

Sebuah protobintang dapat terus tumbuh dengan menambah gas dan debu dari sisa-sisa keruntuhan awan molekul, sehingga menjadi bintang katai, bintang deret utama, bintang raksasa, dan akhirnya mencapai tahap maharaksasa yang siap untuk mati.

Kematian Bintang

Sepanjang siklus hidupnya, bintang terus mengalami reaksi fusi. Setelah bahan bakarnya habis terpakai, bintang dapat mengalami kematian dan berubah menjadi bintang katai putih, bintang neutron, atau bahkan lubang hitam, tergantung pada massa yang dimilikinya.

Kematian bintang tergantung pada massa bintang sejak lahirnya. Bintang dengan massa besar akan berakhir sebagai lubang hitam atau bintang neutron. Sementara bintang berukuran lebih rendah atau sedang (dengan massa kurang dari sekitar 8 kali massa Matahari kita) akan berubah menjadi katai putih.

Syarat agar bintang dapat berkembang menjadi lubang hitam adalah memiliki massa minimal 10 kali lebih besar dari massa Matahari. Oleh karena itu, jenis bintang yang dapat menjadi lubang hitam adalah bintang maharaksasa.

Pada akhir siklus hidupnya, bintang maharaksasa akan meledak dengan kekuatan yang luar biasa, jauh lebih dahsyat daripada ledakan bintang raksasa. Ledakan ini dikenal sebagai hipernova.

Seluruh materi di dalam bintang maharaksasa akan tersebar dalam peristiwa hipernova ini. Tidak akan ada yang tersisa. Bintang berukuran hingga sejauh orbit Mars ini akan lenyap. Namun, intinya akan tetap ada.

Yang tersisa adalah materi inti yang berada dalam radius Schwarzschild. Materi ini telah terkompresi sedemikian kuat sehingga bahkan tidak dapat menjadi bintang neutron. Materi ini gelap, tanpa cahaya. Dan itulah yang kita sebut sebagai lubang hitam.

Baca Juga : Seperti Apa Bentuk Lubang Hitam?