Proses pembuatan dan pemasakan Nasi Singkong

10/29/2023
Beranda
FoodTravel
Tips
Proses pembuatan dan pemasakan Nasi Singkong

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan Nasi Singkong atau yang dikenal oleh masyarakat Sunda sebagai Nasi Inter?

Anda mungkin bertanya-tanya, apa itu sebenarnya Nasi Singkong atau Inter? Nasi Inter adalah jenis nasi yang terbuat dari ubi kayu, atau yang juga sering disebut sebagai ketela pohon atau singkong. Proses pengolahan singkong ini diubah hingga menjadi Nasi Singkong atau Inter. Orang Sunda sering menyebutnya sebagai Sangu Inter.

Pada masa lalu, Nasi Singkong atau Inter digunakan sebagai pengganti nasi beras, karena nasi beras sulit ditemukan saat itu. Cerita dari seorang ibu, yang tak lain adalah ibu saya sendiri, yang merupakan pembuat Nasi Inter, mengungkapkan hal ini.

Pembuatan Nasi Inter dari singkong melibatkan berbagai tahapan yang dilakukan secara tradisional dan alami. Berikut adalah tahapan dalam proses pembuatan Nasi Singkong atau Inter dari Singkong:
  • Pertama-tama, singkong yang siap dipanen harus dibersihkan kulitnya dan dipotong kecil.
  • Kemudian, singkong tersebut harus dijemur. Di daerah saya, seperti yang dilakukan oleh ibu saya, waktu penjemuran tidak diatur secara ketat. Potongan singkong atau kopra dijemur dan dibiarkan berbulan-bulan, siang dan malam, bahkan saat hujan. "Semakin lama penjemuran, semakin baik kualitas Nasi Singkong atau Inter nantinya, dengan rasa khasnya yang semakin kuat."
  • Setelah Kopra selesai dijemur, biasanya Kopra Singkong yang sudah siap diolah menjadi Nasi Singkong atau Inter akan berwarna hitam berjamur. Kopra kemudian dicuci dan direndam selama beberapa hari, kemudian dicuci kembali hingga bersih, lalu dikeringkan.
  • Sebelum diolah, sebaiknya rendam Kopra atau bahan Nasi Singkong ini selama 2 hari sebelum diolah. Dengan cara ini, Nasi Singkong atau Inter akan memiliki aroma khas. Jika Anda tidak suka aroma ini, Kopra tidak perlu direndam terlalu lama. Cukup rendam sebentar, lalu cuci dan keringkan sebelum diolah.
  • Langkah selanjutnya adalah pengolahan. Kopra yang sudah dicuci dan dikeringkan kemudian harus ditumbuk hingga halus. Setelah cukup lembut, Kopra disaring dengan Ayakan Carang yang memiliki kerapatan lebih renggang. Kopra yang masih kasar akan ditumbuk kembali.
  • Kopra yang sudah cukup lembut diayak dan digeleng-geleng hingga membentuk bulatan kecil-kecil yang merata.
  • Setelah Kopra selesai ditumbuk hingga lembut dan dibentuk menjadi bulatan kecil-kecil, Nasi Singkong atau Nasi Inter pun jadi. Lalu, Nasi Singkong atau Inter ini dijemur di bawah sinar matahari sampai warnanya menguning dan mengering. Ingat, saat menjemurnya tidak seperti proses awal penjemuran Kopra. Inter harus dikeringkan tanpa terkena air hujan.
  • Setelah Nasi Inter cukup kering dan keras, Nasi Inter bisa disimpan untuk waktu yang lama, bahkan lebih awet daripada nasi beras.
Cara memasak Nasi Singkong atau Inter mirip dengan cara memasak nasi beras di atas tungku atau langseng. Inter tidak bisa dimasak dengan cara direbus dalam air seperti nasi beras biasa. Memasak Nasi Inter lebih cocok dilakukan dengan cara dikukus.

Setelah Nasi Singkong Inter matang, Nasi Inter dapat dinikmati dengan berbagai hidangan, dan untuk menambah cita rasa, Anda bisa menambahkan parutan kelapa. Paling nikmat jika disajikan dalam keadaan hangat.

Nasi Singkong Inter memiliki karakteristik rasa, aroma, terutama jika direndam terlebih dahulu, dan tekstur kenyal yang menjadi ciri khasnya.

Saat ini, Nasi Singkong Inter mungkin sulit ditemukan secara umum, namun masih ada yang membuatnya untuk konsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.

Bagi para petani, Nasi Singkong atau Inter ini sering dibuat setelah panen padi huma, karena pada saat itu, petani mulai menanam singkong di antara tanaman padi huma mereka.

Pembuatan Nasi Inter dimulai dari sisa-sisa singkong yang tidak terjual setelah panen padi huma. Singkong ini diolah menjadi kopra, bukan sebagai tindakan sengaja, tetapi untuk memanfaatkan singkong yang tersisa dan tidak dibeli oleh pembeli, agar tidak terbuang percuma. Karena tidak mungkin mengonsumsi seluruh singkong dalam satu hari, singkong dikeringkan dan diubah menjadi kopra yang kemudian bisa digunakan sebagai bahan dasar nasi atau inter.

Biasanya, pengolahan kopra menjadi nasi inter dilakukan oleh petani saat musim kemarau, sambil menunggu hujan turun untuk membuka lahan pertanian lagi. Ketika musim hujan dimulai dan petani mulai bekerja di ladang mereka, nasi inter biasanya disajikan kepada para pekerja.

Proses pembuatan nasi inter ini memakan waktu hampir satu tahun, dari akhir musim hujan hingga awal musim hujan berikutnya.

Benar sekali, nasi inter ini bukan untuk dijual, melainkan dimanfaatkan oleh petani dari singkong yang tidak terjual atau sebagai tambahan makanan selama musim kemarau.